PenulisBiografiIndonesia.com – Minggu lalu, seorang mantan Rektor dari sebuah universitas ternama di Indonesia bertanya pada saya tentang proses penulisan buku kisah hidup. Dari obrolan kami yang dilakukan via meeting online, saya mendapatkan insigt baru, bahwa sebuah buku kisah hidup ternyata bisa memberikan manfaat yang lebih banyak bagi seseorang.
Obrolan saat meeting online ini diawali dengan kami saling memperkenalkan diri, selanjutnya saya mulai menjelaskan tentang detail buku kisah hidup yang sebagian orang biasa menyebutnya sebagai buku biografi. Dari pembahasan singkat tentang jenis buku yang akan ditulis saya mengidentifikasi bahwa beliau ini akan menulis buku autobiografi, karena kisah hidup yang akan diangkat adalah sejak mulai beliau lahir hingga saat ini.
Saat beliau menanyakan proses menulis buku autobiografi pun saya jelaskan dengan sangat rinci, yang setelah meeting online ini selesai saya juga berikan file panduannya. Dengan begitu beliau mendapatkan gambaran secara garis besar tentang proses penulisan buku autobiografi yang akan ditulis.
Selanjutnya kami terlibat diskusi yang sangat menarik, karena beliau yang seorang mantan rector dan basic pendidikan saya juga pendidik, jadi saya bisa menangkap keresahan para pendidik di Indonesia. Dengan berbagai daya dan usahanya beliau dipercaya oleh sebuah universitas ternama untuk menjadi Rektor selama belasan tahun.
Yang menarik disini adalah bagaimana saat diberi mandat menjadi rector ini beluai benar-benar ingin menjadikan universitas sebagai rumah kedua bagi para mahasiswa menjadi tempat menanamkan nilai-nilai universal, seperti kejujuran, disiplin, kepercayaan diri, dll. Untuk itu beliau melakukan kebijakan yang “tidak umum” yang mungkin sulit diterapkan di universitas lainnya.
Kebijakan ini adalah mengeluarkan (drop out) bagi mahasiswa yang ketahuan mencontek saat ujian. Dengan diberlakukannya peraturan ini, sedikitnya 200 orang telah dikeluarkan dari kampus. Dengan jumlah yang terbilang banyak ini adalah bukti bahwa peraturan yang dibuat tidak main-main, tapi sebaliknya benar-benar diterapkan untuk menjaga nilai-nilai univertas.
Tentu dengan kebijakan yang tidak umum ini menyebabkan pihak universitas mendapatkan pro dan kontra, terutama dari wali (orang tua) para mahasiswa/i. Tapi beliau sebagai Rektor dan segenap jajarannya sudah komitmen dengan keputusan yang diambil. Meski kadang saat mengeluarkan seorang mahasiswa/i ada protes dari orang tua, tapi bagaimana pun caranya kebijakan ini harus tetap ditegakkan.
Apa dampak peraturan ini bagi kemajuan universitas ?
Kemajuannya sangat signifikan. Karena dengan memberikan peraturan yang tujuannya untuk melatih integritas bagi anak didik ini menjadikan mereka untuk lebih percaya diri dalam menghadapi ujian. Caranya, tidak lain mereka harus benar-benar belajar untuk bisa menghadapi ujian semester dengan baik.
Akumulasi dari setiap individu yang belajar dengan sungguh-sungguh yang didukung oleh kesungguhan dari seluruh jajaran pejabat universitas inilah yang pada gilirannya menjadikan universitas ini menjadi semakin berprestasi secara akademik. Hal ini diantaranya ditandai dengan makin banyaknya Profesor di universitas tersebut, dari yang awalnya hanya 2 orang menjadi lebih dari 20 an orang. Begitu juga dengan peringkat universitas yang saat ini kampus ini sudah masuk di peringkat 800 an di dunia, 160 an tingkat Asia dan 50 besar tingkat Asia Tenggara.
Tujuan Penulisan Buku Autobiografi
Saat saya tanyakan kepada beliau tentang tujuan penulisan buku autobiografinya, beliau menyampaikan sebagai berikut,
“Saya bersyukur saat ini universitas kami sudah banyak mengalami kemajuan, karena usaha kami bersama, termasuk menetapkan kebijakan yang berdampak pada kedisiplinan dan integritas anak-anak (mahasiswa/i). Hasil dari kesungguhan kami semua ini menjadikan universitas makin berprestasi dan semakin diakui secara nasional dan internasional. Untuk itulah saya sering diundang diberbagai tempat, untuk menceritakan pengalaman, memberikan saran dan masukan tentang dunia pendidikan tingkat Perguruan Tinggi.
Tentu dengan banyak diundang diberbaai tempat ini membuat saya bisa berbagi banyak hal dengan banyak pihak, karena itu ke depannya supaya apa yang telah kami lakukan untuk kampus ini bisa lebih banyak dipelajari oleh lebih banyak pihak, maka atas dorongan teman-teman dosen lainnya, maka saya diminta untuk menulis buku. Buku ini nantinya berisi sekilas tentang kisah hidup saya dan apa yang telah saya lakukan dengan teman-teman para akademisi dalam memajukan kampus kami.
Singkatnya, jika ada yang ingin mendapatkan cerita tentang apa-apa yang saya dan teman-teman dosen lakukan di kampus kami, saya tidak perlu bercerita panjang lebar lagi, saya hanya sampaikan pada mereka, “Ini kamu baca saja saja buku ini, saya sudah tuliskan semuanya disitu.”
***
Dengan menyimak apa yang beliau sampaikan ini saya mendapatkan insight baru, bahwa bagi seseorang yang dalam kesehariannya banyak memberikan paparan tentang hal yang penting untuk bidang yang digelutinya, bisa menggunakan buku autobiografi sebagai media yang praktis, karena di dalam buku ini bisa diceritakan profil tokoh, perjalanan hidupnya sejak kecil, remaja, dewasa, saat ia menjalani proses pendidikan hingga akhirnya memberikan subangsih yang penting bagi bidang yang dijalani.
Tentu harapan kami semoga ke depannya beliau bisa kami bantu untuk menulis buku autobiografi bersama kami. Kami juga berharap bagi para rektor atau pimpinan lembaga pendidikan lainnya yang ingin berbagi cerita tentang lembaga pendidikan yang didirikan atau dipimpinnya dan ingin menyampaikannya dalam bentuk buku, maka kami bisa siap membantu merealisasikannya.




